Pemerintah serius untuk mengalihkan subsidi BBM dari sektor konsumtif ke sektor yang produktif. Buktinya, dalam APBN-P 2015, pemerintah hanya akan mengalokasikan subsidi BBM hanya Rp 63 triliun atau berkurang 77% dari rencana semula.
Hal ini konsekuensi dari harga bensin premium yang tak disubsidi dan harga solar yang disubsidi tetap Rp 1.000/liter.
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam APBN-Perubahan (APBN-P) 2015, subsidi BBM turun signifikan. Dari angka subsidi APBN 2015 sebelumnya ditetapkan Rp 276 triliun.
"Subsidi BBM tadinya Rp 276 triliun, di 2015 APBN-P menjadi Rp 88 triliun," tutur Bambang saat berbincang dengan media di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (9/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rp 88 triliun termasuk Rp 25 triliun membayar utang kita ke Pertamina untuk carry over tahun lalu. Subsidi BBM jadi dihitung murni Rp 88 triliun dikurangi Rp 25 triliun jadi Rp 63 triliun," papar Bambang. (zul/hen)











































