"Elpiji 12 kg kita hanya kecil kok, hanya Rp 336,75 per kg, kita hanya ambil margin 3,38% saja," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang, ditemui di ruang kerjanya, kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Bambang mengungkapkan, komponen penentuan harga elpiji 12 kg sangat banyak, ada sekitar 12 item lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, walau Pertamina bisa saja mengambil untung besar, namun hal tersebut tidak dilakukan, karena masih melihat beban masyarakat.
"Lihat saja pesaing kita lainnya (Blue Gaz) berapa harganya? Jauh lebih mahal kan. Bandingkan juga harga elpiji di negara tetangga, bahkan di Asia sekalipun, harga kita tetap paling murah," ucapnya.
Bagaimana dengan premium dan solar?
"Sama, kita ambil untung sangat tipis. Pemerintah memberikan kita margin usaha 5-10% dalam setiap liter premium dan solar yang dijual. Tapi realitanya kita hanya ambil margin untuk solar hanya 2,47% dan premium 2,48% dari harga dasar BBM," ungkapnya.
"Premium di SPBU itu Rp 7.600/liter, tapi untuk tahu harga dasarnya Rp 7.600 dibagi 1,15 (termasuk di dalamnya PPN 10% dan PBBKB 5%), padahal kalau kita mau ambil margin 5%-10% bisa untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali, kan itu Pertamina yang tetapkan, tapi kita hanya ambil 2,48% saja," tutupnya.
(rrd/dnl)











































