Menyedihkan, Kawasan Industri Sei Mangkei Tak Ada Pasokan Listrik dan Gas

Menyedihkan, Kawasan Industri Sei Mangkei Tak Ada Pasokan Listrik dan Gas

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 17:52 WIB
Menyedihkan, Kawasan Industri Sei Mangkei Tak Ada Pasokan Listrik dan Gas
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan 13 kawasan industri baru di seluruh Indonesia. Namun faktanya, kini ada satu kawasan industri baru seperti Sei Mangkei di Sumatera Utara justru tak ada pasokan listrik dan gas.

Pihak Kementerian Perindustrian menegaskan kawasan industri memerlukan kepastian ketersediaan pasokan serta jaringan listrik hingga gas. Ketidakpastian ini dialami oleh kawasan industri berbasis agro seperti Sei Mangkei di Sumatera Utara.

"Listrik yang dijanjikan PLN belum masuk. Sekarang juga muncul persoalan pasokan gas," kata Direktur Pengembangan Fasilitas Industri Wilayah I Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan pada acara diskusi di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebetulnya ada komitmen dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun jaringan pipa hingga kawasan industri Sei Mangkei. Janji ini tak kunjung ditepati padahal investor sudah membangun pabrik di kawasan industri sehingga memerlukan gas untuk mendukung proses produksi produk turunan kelapa sawit.

"Dahulu pipa gas mau dibangun sepanjang jalur kereta. Tapi ditanya business plan mana? nggak ada yang jawab. Sampai investor bertanya kapan ada pasokan gasnya?" jelasnya.

Pemerintah sendiri berencana membangun 13 pusat ekonomi baru yakni 7 di Indonesia bagian timur dan 6 di Indonesia bagian barat. Pusat ekonomi baru diharapkan mampu mendukung program tol laut hingga mencetak tenaga kerja baru.

"Dengan kawasan industri baru. Maka kapal bisa berangkat tanpa harus kosong karena dia berputar membawa barang dari pusat ekonomi," jelasnya

Penyediaan infrastruktur kawasan industri, seperti Sei Mangkei, yang baik bisa mendorong investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di pusat-pusat ekonomi baru.

"Kita perlu serius tangani proyek prioritas. Kita nggak perlu promosi karena kalau berhasil. Investor akan masuk (Sei Mangkei) karena di sana tanah luas, energi ada," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal Natsir Mansyur membenarkan ketersediaan pasokan gas menjadi salah satu permintaan investor saat berencana masuk ke Indonesia.

"Teman-teman yang masuk ke Indonesia. Di forum apapun yang kita ikuti. Selalu bertanya ada gas-nya nggak," kata Natsir.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads