Bangun Listrik 10.000 MW, PLN Bakal Dapat Suntikan Lembaga Asing Rp 50 T

Bangun Listrik 10.000 MW, PLN Bakal Dapat Suntikan Lembaga Asing Rp 50 T

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 18:26 WIB
Bangun Listrik 10.000 MW, PLN Bakal Dapat Suntikan Lembaga Asing Rp 50 T
Jakarta - Tahun ini, ada beberapa lembaga pembiayaan asing siap menggelontorkan dana pinjaman ke PT PLN (Persero) sebanyak Rp 50 triliun. Pembiayaan ini untuk membangun berbagai proyek listrik yang total kebutuhannya mencapai Rp 120 triliun.

PT PLN memang mendapat tugas pemerintah untuk membangun pembangkit listrik 10.000 MW dalam 5 tahun ke depan. Proyek ini bagian dari rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW (25.000 swasta) sebagai program pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kita (PLN) sangat dipercaya para kreditur asing. Sekarang saja sudah ada lima kreditur asing yang siap memberikan pinjaman sekitar Rp 50 triliun, ini untuk mendukung program PLN membangun 10.000 MW dalam 5 tahun ke depan," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir ditemui di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Pusdiklat KEBTKE) KESDM di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan mengatakan, 5 lembaga pembiayaan asing tersebut yaitu Bank Dunia, ADB, JICA dari Jepang, AFD dari Prancis, KfW dari Jerman.

"Ini belum termasuk kreditur dari dalam negeri. Sedangkan IPP atau swasta mereka bangun sendiri mereka punya uang dan teknologi, intinya proyek mereka selesai listriknya PLN beli. Masyarakat sudah menunggu lama sekali (kekurangan listrik). Medan saja sekarang kurang 1.000 MW," katanya.

Ia menambahkan, PLN membutuhkan dana besar dalam 5 tahun ke depan, diperkirakan 10.000 MW tersebut dibutuhkan dana Rp 120 triliun. "Kebutuhan dana untuk bangun 10.000 MW itu sekitar Rp 110-120 triliun," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads