PT PLN memang mendapat tugas pemerintah untuk membangun pembangkit listrik 10.000 MW dalam 5 tahun ke depan. Proyek ini bagian dari rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW (25.000 swasta) sebagai program pemerintahan Presiden Jokowi.
"Kita (PLN) sangat dipercaya para kreditur asing. Sekarang saja sudah ada lima kreditur asing yang siap memberikan pinjaman sekitar Rp 50 triliun, ini untuk mendukung program PLN membangun 10.000 MW dalam 5 tahun ke depan," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir ditemui di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Pusdiklat KEBTKE) KESDM di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini belum termasuk kreditur dari dalam negeri. Sedangkan IPP atau swasta mereka bangun sendiri mereka punya uang dan teknologi, intinya proyek mereka selesai listriknya PLN beli. Masyarakat sudah menunggu lama sekali (kekurangan listrik). Medan saja sekarang kurang 1.000 MW," katanya.
Ia menambahkan, PLN membutuhkan dana besar dalam 5 tahun ke depan, diperkirakan 10.000 MW tersebut dibutuhkan dana Rp 120 triliun. "Kebutuhan dana untuk bangun 10.000 MW itu sekitar Rp 110-120 triliun," tutupnya.
(rrd/hen)










































