"Kalau lihat harga minyak sekarang ini di bawah US$ 46/barel, harga bensin RON 88 saat ini hanya Rp 6.000/liter," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng kepada detikFinance, Selasa (13/1/2015).
Andy mengatakan, tetapi harga Premium tidak bisa diubah begitu saja. Meski sudah tidak disubsidi, harga Premium tetap ditentukan oleh pemerintah sebulan sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila harga minyak terus bertahan rendah, Andy menilai bisa saja pada 1 Februari nanti harga Premium turun ke Rp 6.000/liter. Saat ini, harga Premium adalah Rp 7.600/liter.
"Kalau harga minyaknya rata-rata US$ 45/barel, bahkan di bawah itu, harga Premium Februari bisa Rp 6.000/liter," tutup Andy.
(rrd/hds)











































