Pemerintah meminta PT Pindad (Persero), yang merupakan BUMN produsen persenjataan dan kendaraan tempur, untuk membuat tabung elpiji 3 kg. Apa alasannya?
"Pemerintah meminta Pindad untuk membuat 2 juta paket tabung elpiji 3 kg dan 50.000 converter kit untuk nelayan," ujar Direktur Utama Pindad Silmy Karim ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2015).
Silmy mengatakan, permintaan pembuatan dua produk tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yaitu konversi BBM ke gas elpiji. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah meminta kepada Pindad untuk memproduksi barang non pertahanan dan keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, lanjut Silmy, pendapatan Pindad sebagian besar berasal dari penjualan peralatan pertahanan dan keamanan. "Sekitar 80% pendapatan Pindad dari produksi peralatan pertahanan dan keamanan, sedangnya 20% berasal dari produksi peralatan industri," sebutnya.
Ditambahkan Menteri ESDM Sudirman Said, penugasan pembuatan tabung elpiji dan converter kit tersebut akan menambah pendapatan Pindad di luar produksi persenjataan.
"Ini tujuannya akan sangat baik. Jadi dapat menjamin pasokan tabung elpiji untuk program konversi dan Pindad punya pendapatan di luar penjualan senjata," tambahnya.
"Saya tahu Pindad, mereka mampu melakukan ini. Apalagi Pindad juga sudah berpengalaman memproduksi generator listrik pesanan Siemens untuk PLN dan sampai saat ini generatornya masih hidup (beroperasi)," jelas Sudirman, yang merupakan eks Direktur Utama Pindad.
(rrd/hds)











































