Kapan Harga BBM Turun? Menteri Sofyan: Lihat Besok Ada Berita Baik

Kapan Harga BBM Turun? Menteri Sofyan: Lihat Besok Ada Berita Baik

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2015 20:45 WIB
Kapan Harga BBM Turun? Menteri Sofyan: Lihat Besok Ada Berita Baik
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar subsidi akan turun. Menko Perekonomian Sofyan Djalil memberi sinyal soal pengumuman penurunan harga ini.

Sofyan belum dapat menyampaikan harga baru BBM, baik premium ataupun solar. Namun, Sofyan memberi sinyal positif dari harga yang akan diumumkan pemerintah.

"Kita lihat besok, tunggu saja. Tinggal beberapa jam lagi lah. Ada berita baik," ungkapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi mengatakan, harga dasar BBM jenis premium menjadi sekitar Rp 6.400-Rp 6.500 per liter.

Harga dasar BBM, menurut Menteri ESDM Sudirman Said adalah, salah satu komponen dalam harga jual BBM.

Sementara untuk harga jual bensin premium di SPBU, formulanya adalah harga dasar ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan margin usaha. Sementara solar subsidi, formulanya adalah harga dasar ditambah PPN, ditambah PBBKB, dikurangi subsidi Rp 1.000/liter.

"Artinya, mungkin harus diperhatikan juga Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," ujar Sudirman.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, pihaknya memperkirakan harga baru BBM akan berada di kisaran Rp 7.000-7.100/liter.

"Kalau harga itu (Rp 6.400-Rp 6.500/liter), dihitung dengan MoPS (Mean of Plats Singapore) harga sekarang atau beberapa hari di Januari. Artinya, harga tersebut (seperti diungkapkan Jokowi) benar, tapi dengan catatan kalau kita tidak punya stok BBM," jelas Bambang.

Menurut Bambang, Pertamina selama ini memiliki stok BBM yang dijaga cukup sampai 22 hari, dan tentunya stok tersebut dibeli dengan harga produk pada saat itu. Jumlah stok ini mempengaruhi harga Premium dan Solar di SPBU.

"Pertamina kan punya stok BBM 22 hari, dan itu ada nilainya. Jika stok Pertamina dihitung sesuai prinsip akuntansi, maka harganya yang benar sekitar Rp 7.000-Rp 7.100/liter," terang Bambang.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads