"Kilang baru di Bontang akan dilelang dalam bentuk KPS," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (16/1/2015).
Bambang mengatakan, lokasi lahan sudah siap dengan seluas 500 hektar. Pemerintah memastikan akan ada insentif, mulai tax holiday sampai bea masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengungkapkan, biaya yang diperlukan untuk pembangunan kilang kapasitas 1 x 300.000 barel per hari ini mencapai US$ 8-9 miliar, atau sekitar Rp 108 triliun.
"Perkiraan saya investasinya US$ 8-9 miliar. Produksinya nanti akan diambil Pertamina, tentunya harus lebih murah daripada impor," katanya.
Ia menambahkan, sudah cukup banyak investor yang tertarik dengan proyek kilang minyak di Bontang, bahkan berani menjamin pasokan minyak mentahnya.
"Apalagi proyek ini punya kelebihan lainnya. Pertama lahan gratis, kedua investasi bisa ditekan karena bea masuk bebas, ketiga utilitasnya dapat sharing dengan PT Badak LNG, dan keempat produknya sudah ada yang ambil yakni Pertamina," tutupnya.
(rrd/dnl)











































