Harga BBM jenis premium turun menjadi Rp 6.600 dari sebelumnya Rp 7.600 per liter, sedangkan solar menjadi Rp 6.400 dari sebelumnya sebesar Rp 7.250 per liter.
Bagi sebagian konsumen atau para pemilik kendaraan, kebijakan yang berlaku awal pekan depan disikapi oleh mereka untuk tak mengisi penuh (full tank) bensin di akhir pekan. Misalnya Yanti (26), warga Jakarta pemilik roda dua ini mengaku lebih memilih untuk membeli bensin esok hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diungkapkan Yanuar (29), pemilik sepeda motor ini mengatakan selisih harga yang ditetapkan lebih murah oleh pemerintah perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Ngisinya sekarang seliter saja karena meteran sudah merah. Full nya besok lumayan beda Rp 1.000," katanya.
Yanuar mendukung kebijakan pemerintah untuk mencabut subsidi BBM jenis premium. Dana subsidi sebaiknya dialihkan untuk memperbaiki fasilitas publik untuk kepentingan masyarakat luas.
"Harga BBM naik turun saja nggak apa-apa, disesuaikan saja dengan harga minyak dunia. Subsidinya untuk infrastruktur, fasilitas publik yang lain," katanya.
(drk/hen)










































