Premium di Jawa-Madura-Bali Lebih Mahal, Ini Kata Menteri ESDM

Premium di Jawa-Madura-Bali Lebih Mahal, Ini Kata Menteri ESDM

- detikFinance
Senin, 19 Jan 2015 13:08 WIB
Premium di Jawa-Madura-Bali Lebih Mahal, Ini Kata Menteri ESDM
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjual lebih mahal premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) Rp 6.700/liter, atau lebih mahal Rp 100/liter dari yang ditetapkan pemerintah, Rp 6.600/liter.

"Pertamina tidak melakukan pembangkangan atau langgar aturan, karena menjual lebih mahal harga premium dari yang ditetapkan pemerintah," ujar Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Sudirman mengatakan, harga premium yang ditetapkan pemerintah Rp 6.600/liter tersebut, hanya berlaku untuk wilayah di luar Jamali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Premium di luar Jamali itu penugasan dari pemerintah, sehingga harganya ditetapkan pemerintah. Jadi di luar Jamali harus Rp 6.600/liter di setiap SPBU," tegas Sudirman.

Sementara di wilayah Jamali, premium merupakan BBM jenis umum, yang harganya ditetapkan sendiri oleh badan usaha yakni Pertamina. Pemerintah hanya menetapkan harga dasar BBM.

"Di Jamali itu harga premiumnya umum, ditetapkan sendiri oleh Pertamina, pemerintah hanya menetapkan harga dasar BBM, kan harus ditambah lagi PPN 10%, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5%-10%. Makanya harganya bisa beda Rp 6.700/liter," katanya.

Ia juga menjelaskan, kenapa harga premium di Bali lebih mahal Rp 7.000/liter, ini karena faktor lebih mahalnya PBBKB yang ditetapkan Pemda Bali.

"Pemda Bali kan mengenakan PBBKB 10%, makanya lebih mahal. Sementara Jawa-Madura PBBKB-nya hanya 5%," tutup Sudirman.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads