Pagi-pagi, Sudirman Said Kumpulkan Perusahaan Listrik Swasta

Pagi-pagi, Sudirman Said Kumpulkan Perusahaan Listrik Swasta

- detikFinance
Selasa, 20 Jan 2015 09:37 WIB
Pagi-pagi, Sudirman Said Kumpulkan Perusahaan Listrik Swasta
Jakarta -

Menteri ESDM Sudirman Said pagi ini mengumpulkan para produsen listrik swasta atau Independent Power Producers (IPP) di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di Kuningan, Jakarta Selatan. Ada apa ya?

"Kita pagi-pagi mengundang 24 IPP atau para perusahaan listrik. Tujuannya untuk menjelaskan Peraturan Menteri ESDM No 3/2015 terkait pengadaan lisrik sebesar 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan," kata Sudirman Said di lokasi, Selasa (20/1/2015).

Sudirman mengatakan, peran IPP dalam penyediaan listrik saat ini semakin besar. Dalam rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun 35.000 MW pembangkit listrik dalam 5 tahun ke depan, hanya 10.000 MW yang akan dibangun oleh PT PLN (Persero). Sisanya diharapkan datang dari IPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makin ke depan, peran mereka makin besar. Makin hari porsi penyedia listrik dari IPP juga makin besar. Makanya itu harus kerja sama dengan PLN. Hadir juga Pak Nur Pamudji sebagai pelaksana program 35.000 MW, sehingga dalam pertemuan tersebut IPP dapat memberikan masukan bagaimana program ini dijalankan," papar Sudirman.

"Harapan kami, setengah dari program 35.000 MW bisa diserap oleh IPP yang ada sekarang. Karena IPP yang hadir saat ini benar-benar punya komitmen investasi di listrik. Ada yang sudah beroperasi pembangkitnya, ada yang konstruksi, ada yang sebentar lagi beroperasi," lanjut Sudirman.

IPP yang hadir di antaranya:

  • PT Cirebon Electric Power yang mengelola PLTU Cirebon 1 x 600 MW dan 1 x 1.000 MW.
  • PT Paiton Energy, mengelola PLTU Paiton 1 dan 3 di Jawa Timur, kapasitas 2 x 615 MW dan 1 x 815 MW.
  • PT Central Java Power, mengelola PLTU Tanjung Jati B di Jawa Tengah kapasitas 2 x 660 MW dan 2 x 660 MW.
  • PT Jawa Power, mengelola PLTU Paiton II unit 5-6 Jawa Timur, kapasitas 2 x 610 MW.
  • PT Sumber Segara Primadaya, mengelola PLTU Cilacap, Jawa Tengah, kapasitas 2 x 281 MW dan 1 x 614 MW.
  • PT Bosowa Energi, mengelola PLTU Jeneponto, Sulawesi Selatan, kapasitas 2 x 100 MW.
  • PT Pusaka Jaya Palu Power, PLTU Tawaeli, Sulawesi Tengah, kapasitas 2 x 15 MW dan 2 x 13,5 MW.
(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads