Banyak Daerah Listriknya Byar-Pet, Ini Penjelasan Pemerintah

Banyak Daerah Listriknya Byar-Pet, Ini Penjelasan Pemerintah

- detikFinance
Rabu, 21 Jan 2015 15:41 WIB
Banyak Daerah Listriknya Byar-Pet, Ini Penjelasan Pemerintah
Jakarta - Hampir seluruh wilayah di Indonesia saat ini mengalami defisit listrik. Akibatnya hampir tiap hari terjadi pemadaman listrik alias byar-pet. Apa sumber masalahnya?

"Kita akui saat ini banyak daerah mengalami pemadaman listrik. Ini terjadi karena banyak pembangkit listrik yang sudah direncanakan sejak lama tidak selesai sesuai target, khususnya pada proyek FTP (fast track program/percepatan pembangunan pembangkit listrik) Tahap I 10.000 MW," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jarman, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Jarman mengungkapkan, setidaknya ada 19 proyek pembangkit listrik dari program FTP I 10.000 MW yang terlambat masuk. Sehingga daya listrik yang ada tidak mampu memenuhi seluruhnya permintaan listrik. Apalagi pertumbuhan listrik bertambah 9% per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 19 proyek dari program FTP I 10.000 MW yang telat masuk, dan baru akan selesai seluruhnya sebagian tahun ini dan 3 proyek baru selesai pada 2016, total mencapai 2. 542,5 MW atau 25,6% dari total 10.000 MW," ungkap Jarman.

Ini daftar proyek listrik FTP I 10.000 MW yang terlambat selesai:

  • Jatim - Tanjung Awar-Awar Unit 2 1 x 350 MW
  • Jateng - Adipala 1 x 660 MW
  • Sumut - Pangkalan Susu 2 x 220 MW
  • Babel - Bangka BAru unit 1 1 x 30 MW
  • Babel - Belitung 2 x 16,5 MW
  • Riau - Tenayan 2 x 110 MW
  • Lampung - Tarahan BAru unit 2 1 x 100 MW
  • Kalbar - Parit Baru 2 x 50 MW
  • Kalbar - Bengkayang unit 2 1x 27,5 MW
  • Kaltim - Teluk Balikpapan 2 x 110 MW
  • Kalteng - Pulau Pisau 2 x 60 MW
  • NTB - Lombok 2 x 25 MW
  • NTT - Ende 2 x 7 ME
  • NTT - Kupang unit 2 1x16,5 MW
  • Malut - Tidore 2 x 7 MW
  • Papua - Jayapura unit 2 1 x 10 MW
  • NTB - Bima 2x10 MW
  • Gorontalo - Anggrek 2 x 25 MW
  • Maluku - Ambon - 2 x 15 MW
(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads