"Kita akui saat ini banyak daerah mengalami pemadaman listrik. Ini terjadi karena banyak pembangkit listrik yang sudah direncanakan sejak lama tidak selesai sesuai target, khususnya pada proyek FTP (fast track program/percepatan pembangunan pembangkit listrik) Tahap I 10.000 MW," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jarman, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).
Jarman mengungkapkan, setidaknya ada 19 proyek pembangkit listrik dari program FTP I 10.000 MW yang terlambat masuk. Sehingga daya listrik yang ada tidak mampu memenuhi seluruhnya permintaan listrik. Apalagi pertumbuhan listrik bertambah 9% per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini daftar proyek listrik FTP I 10.000 MW yang terlambat selesai:
- Jatim - Tanjung Awar-Awar Unit 2 1 x 350 MW
- Jateng - Adipala 1 x 660 MW
- Sumut - Pangkalan Susu 2 x 220 MW
- Babel - Bangka BAru unit 1 1 x 30 MW
- Babel - Belitung 2 x 16,5 MW
- Riau - Tenayan 2 x 110 MW
- Lampung - Tarahan BAru unit 2 1 x 100 MW
- Kalbar - Parit Baru 2 x 50 MW
- Kalbar - Bengkayang unit 2 1x 27,5 MW
- Kaltim - Teluk Balikpapan 2 x 110 MW
- Kalteng - Pulau Pisau 2 x 60 MW
- NTB - Lombok 2 x 25 MW
- NTT - Ende 2 x 7 ME
- NTT - Kupang unit 2 1x16,5 MW
- Malut - Tidore 2 x 7 MW
- Papua - Jayapura unit 2 1 x 10 MW
- NTB - Bima 2x10 MW
- Gorontalo - Anggrek 2 x 25 MW
- Maluku - Ambon - 2 x 15 MW











































