Berdasarkan daftar Wealth-X untuk konglomerat minyak terkaya, seperti dikutip CNBC, Kamis (22/1/2015), urutan tertinggi ditempati bersaudara David dan Charles Koch yang masing-masing punya harta hampir US$ 45 miliar (Rp 540 triliun).
Hartanya naik 7% sejak Jun 2014, sebelum harga minyak masuk tren melemah ke titik terendahnya dalam enam tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rendahnya harga minyak ini tidak melulu berimbas negatif kepada perusahaan di industri migas. Perusahaan yang bergerak di hilir biasanya diuntungkan dengan harga minyak yang rendah, karena ongkos produksi akan lebih murah.
Pemegang saham lain di Koch Industries, Elaine Marshall, juga mengalami pertumbuhan harta sebanyak 6% emnjadi US$ 8,3 miliar. Marshall menempati peringkat keenam di daftar konglomerat minyak terkaya AS.
Pada peringkat keempat ada Richard Kinder, juragan pipa dari Kinder Morgan yang juga mendapat keuntungan dair rendahnya harga minyak. Harta Kinder bertambah 23% menjadi US$ 11,3 miliar
Para taipan minyak yang kehilangan banyak hartanya akan diulas di berita berikutnya.
(ang/dnl)











































