Kedatangan Moffett berkaitan dengan kekecewaan Sudirman Said kepada Freeport Indonesia yang belum juga melaksanakan komitmennya membangun pabrik pemurnian mineral atau smelter di Indonesia.
Moffett datang bersama Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan staf Freeport di Kantor Kementerian ESDM pukul 17.00 WIB. Menteri ESDM Sudirman Said didampingi Direktur Jenderal Mineral Batu Bara R Sukhyar, dalam pertemuan yang berlangsung 3 jam tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukhyar mengatakan, pemerintah dan Freeport akan kembali membahas progres pembangunan smelter, dan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) kedua pihak Jumat (23/1/2015).
"Besok kita akan lanjutkan pertemuan Pukul 09.30 WIB, di kantor saya, Ditjen Minerba," katanya.
Ia menjelaskan, pertemuan dengan pemegang saham Freeport lebih banyak membahas progres pembangunan smelter. Freeport menunjukkan bahwa pihaknya sudah melakukan kerjasama atau MoU dengan PT Petrokimia Gresik soal sewa lahan untuk lokasi pabrik smelternya yang baru.
"Mereka juga menjelaskan soal pergantian teknologi dari awalnya menggunakan Autotech menjadi ke Mitsubishi, perubahan ini berdampak pada tambahan kapasitas produksi dari 1,6 juta ton/tahun menjadi 2 juta ton per tahun," ungkapnya.
Terkait MoU dengan Petrokimia Gresik dengan Freeport soal rencana lokasi smelter, menurut Sukhyar hal tersebut tidak terlalu kuat dan belum menyakinkan pemerintah bahwa Freeport serius membangun smelter di Indonesia.
"Dia harus jelaskan detil, lokasinya di mana, misalnya di Gresik? Gresik kan kota, di mana pastinya, lahannya bagaimana statusnya, apakah beli atau leasing. Kalau hanya MoU itu tidak terlalu kuat," tutupnya.
(rrd/hen)











































