Adalah Dito Ganinduto, Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar yang mencecar Maroef dengan pertanyaan seputar smelter. Simak dialog berikut saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
"Saya sanksi Freeport beneran mau bangun smelter di Gresik. Apa alasannya? Kemudian memangnya di Gresik Sudah ada izin usahanya belum?" tanya Dito
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Izin Amdal-nya sudah ada belum?" tanya Dito lagi.
"Belum," ucap Maroef menjawab.
"Kalau dibilang lokasi sudah, tapi belum ada izin usaha, izin industri, Amdal, dan basic engineering, jadi tidak bisa dikatakan sudah membangun smelter,β ucap Dito.
Tak hanya Dito, Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar Eni Maulani mengatakan, dirinya juga meragukan keseriusan Freeport membangun smelter di Gresik.
"Bupati bilang, tidak ada lahan di sana. Bagaimana penjelasan Bapak?" tanya Eni ke Maroef.
"Itu lahan Petrokimia (Gresik). Kami leasing (sewa)," jawab Maroef.
"Kalau bilang itu lahan Petrokimia itu untuk bangun pabrik pupuk. Kalau untuk bangun smelter tegas bupati bilang, izinnya belum ada. Saya tidak mau menghalangi Freeport, kalau benar mau bangun di Gresik. Kalau masih mau di Gresik pun ada lahan lain. Tidak ada halangan kalau mau bangun smelter di Gresik. Listrik over-supply, air, infrastruktur jalan, dan pelabuhan internasional yang insya Allah akan beroperasi tahun ini. Tapi sejauh ini pun belum ada pembicaraan dengan Pemda Gresik,β tutur Eni.
(dna/dnl)











































