Dengan kondisi harga minyak dunia di bawah US$ 50 per barel, banyak proyek-proyek minyak dan gas bumi (migas) dihentikan, bahkan tidak sedikit perusahaan yang memberhentikan karyawannya untuk mengurangi besarnya dana operasional.
President Director and CEO PT Medco Energi Internasional Tbk, Lukman Mahfoedz mengatakan, beberapa pihak memperkirakan harga minyak akan kembali naik tahun ini. Seiring meningkatnya konsumsi energi akibat pertumbuhan ekonomi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengungkapkan, dengan membaiknya atau meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia, akan mendorong industri, infrastruktur, dan manufaktur tumbuh kembali dan permintaan akan energi termasuk minyak meningkat.
"Salah satu konsultan internasional di bidang energi memperkirakan kelebihan pasokan minyak dunia di triwulan pertama 2015 hanya sekitar 0,2 juta barel per hari sehingga perkiraan harga minyak dunia akan bisa kembali ke tingkat US$ 50 per barel dan kemungkinan akan terus meningkat sehingga harga minyak rata-rata tahun 2015 adalah sekitar US$ 58 per barel ," jelasnya.
Namun, tidak ada yang tahu pasti berapa harga minyak dunia ke depan akan berada di level berapa. Pasalnya, Amerika Serikat (AS) yang saat ini masih importir minyak diprediksi tak lama lagi bakal jadi eksportir minyak, atau pemasok minyak ke pasar minyak internasional.
"Saat ini saja impor minyak Amerika dari OPEC telah berkurang 50%, jika 2-3 tahun ke depan, Amerika saja bisa berubah dari net importir menjadi net eksortir minyak, dengan mengandalkan produksi shale oil-nya," tutup Lukman.
(rrd/ang)











































