Di Rapat DPR, Menteri ESDM: Harga BBM di RI Bukan yang Termahal di Dunia

Di Rapat DPR, Menteri ESDM: Harga BBM di RI Bukan yang Termahal di Dunia

- detikFinance
Selasa, 03 Feb 2015 14:06 WIB
Di Rapat DPR, Menteri ESDM: Harga BBM di RI Bukan yang Termahal di Dunia
Jakarta - Rapat antara Komisi VII DPR dan Menteri ESDM Sudirman Said berlangsung cukup tegang. Sudirman menjawab pertanyaan Anggota DPR soal penetapan harga BBM jenis premium Rp 6.600/liter.

Dalam rapat kemarin, Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian. Ia mempersoalkan harga premium Rp 6.600/liter, sementara saat ini harga bensin RON 95 sekelas pertamax plus di Singapura di bawah Rp 6.000/liter.

Pada rapat hari ini, Sudirman mengatakan, pemerintah mendukung penuh Pertamina dalam penetapan harga BBM di dalam negeri. Dia meminta tidak ada tekanan-tekanan kepada Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin betul-betul mengajak kita semua untuk menjauhkan kesan bahwa seolah-olah pertamina di-squeeze atau menekan Pertamina. Pemerintah dalam posisi mendukung Pertamina," tutur Sudirman dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Mendengar pernyataan Sudirman, Anggota Komisi VII DPR, Inas Nasrullah Zubir memberikan interupsi.

"Interupsi ketua, saya tidak terima kalau kita dituding menekan, melakukan squeeze ke Pertamina. Kita di sini tidak dalam posisi ingin menghancurkan Pertamina. Saya minta omongan Pak Menteri tarik ucapan itu," kata Inas.

Sudirman menjawab interupsi ini dengan mengatakan, jangan sampai ada anggapan Pertamina melakukan kesalahan dalam penetapan harga BBM.

"Saya mohon maaf. Saya ingin menggambarkan, diskusi kita yang sifatnya publik ini dan menjadi konsumsi media, seolah-olah yang tergambar seperti itu. Justru anggapan itu tertuju pada pemerintah sendiri. Di mana selama ini Pertamina memohon-mohon untuk hanya minta margin (BBM) dinaikkan. Saya ingin mengajak Komisi VII untuk bersama-sama mendukung Pertamina," tutur Sudirman.

Soal harga BBM ini, Sudirman mengatakan, secara rata-rata, harga BBM di Indonesia bukanlah yang termahal di dunia,

"Ada 15 negara hasil review kita, harga di Indonesia masih lebih murah. Kita hanya lebih tinggi dari Brunei dan Nigeria," jelas Sudirman.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads