Sementara harga Minas/SLC adalah US$ 45,56/barel. Turun US$ 14,44/barel dari bulan sebelumnya yang US$ 60/barel. Demikian dikutip dari keterangan di situs Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Rabu (4/2/2015).
Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) Januari 2015, proyeksi permintaan minyak dunia tahun ini sebesar 93,3 juta barel/hari, turun 0,01 juta barel/hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
3. Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA), tingkat stok mingguan minyak mentah komersial Amerika Serikat (AS), gasoline, dan distillate fuel oil selama Januari 2015 naik dibandingkan Desember 2014 karena:
- Stok minyak mentah AS Januari 2015 naik 21,2 juta barel dari 385,5 juta barel pada Desember 2014 menjadi sebesar 406,7 juta barel.
- Stok gasoline Januari 2015 naik 9,3 juta barel dari 229 juta barel pada Desember 2014 menjadi sebesar 238,3 juta barel.
- Stok distillate fuel oil Januari 2015 naik 7 juta barel dari 125,7 juta barel pada Desember 2014 menjadi sebesar 132,7 juta barel.
5. Masih kuatnya nilai tukar dolar AS dibandingkan dengan mata uang dunia lainnya.
6. Keputusan raja baru Arab Saudi melanjutkan kebijakan harga lama yang tidak melakukan pemotongan produksi minyak mentah.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan investasi di Tiongkok yang melemah sejak kuartal III-2014 dan rendahnya permintaan minyak mentah serta produk turunannya dari Jepang.
Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Januari 2015 adalah sebagai berikut:
- WTI (Nymex) turun US$ 11,96/barel dari US$ 59,29/barel menjadi US$ 47,33/barel.
- Brent (ICE) turun US$ 13,51/barel dari US$ 63,27/barel menjadi US$ 49,76/barel.
- Basket OPEC turun US$ 15,14/barel dari US$ 59,46/barel menjadi US$ 44,32/barel.











































