"Tarif listrik turun lagi, karena harga minyak masih turun," ujar Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero), Benny Marbun, dalam pesan singkatnya, Kamis (5/2/2015).
Benny mengungkapkan, untuk tarif Februari 2015, untuk golongan rumah tangga di atas 3.200 VA seperti R3, R2, dan PI, serta B2, tarifnya turun Rp 28/kWh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi listrik golongan ini rata-rata 1.644 kWh per bulan, atau membayar tagihan Rp 2,41 juta/bulan.
"Sementara untuk golongan listrik tegangan menengah seperti bisnis (B) dan B3, serta industri (I) 3, tarif listriknya pada Januari Rp 1.159/kWh, turun pada Februari menjadi Rp 1.138/kWh, atau turun Rp 21/kWh," tambah Benny.
Konsumsi listrik golongan B3 per bulannya rata-rata mencapai 220.692 kWh, atau pembayaran tagihannya Rp 251,1 juta/bulan.
Ia menambahkan, untuk industri besar atau I4 tarifnya juga turun dari Januari Rp 1.012/kWh menjadi Rp 993/kWh.
"Industri atau pengusaha sekarang lagi happy, tarif listriknya turun, mereka banyak hemat, makanya mereka pada diam. Kalau naik kan nanti ramai lagi," tutupnya.
(rrd/dnl)











































