Pertamina Akan Tambah 44 SPBG Tahun Ini dari 18 yang Sudah Beroperasi

Pertamina Akan Tambah 44 SPBG Tahun Ini dari 18 yang Sudah Beroperasi

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2015 16:41 WIB
Pertamina Akan Tambah 44 SPBG Tahun Ini dari 18 yang Sudah Beroperasi
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menargetkan dapat mengoperasikan sebanyak 44 Stasiun Pengisian Bahan bakar Vi-Gas pada tahun ini. Dibutuhkan dana investasi Rp 2 miliar per satu SPBU untuk menambah tangki dan dispenser Vi-Gas.

Vice President Domestic Gas Direktorat Pemasaran Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, saat ini Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 18 SPB Vi-Gas yang terintegrasi dengan SPBU milik Pertamina dan swasta di beberapa wilayah, yaitu 11 unit di Jabodetabek, 3 unit di Bali, 1 unit masing-masing di Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Selain itu, terdapat 8 unit SPB Vi-Gas di Jabodetabek yang masih dalam proses revitalisasi dan commissioning yang diharapkan dapat dituntaskan dan dapat dioperasikan pada tahun ini," kata Basuki di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (6/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basuki mengungkapkan, untuk menyukseskan program konversi BBM ke BBG di beberapa kota khususnya di Pulau Jawa serta mengantisipasi kebutuhan Vi-Gas bagi pengendara kendaraan bermotor yang sudah menggunakan Vi-Gas di Jabodetabek, pihaknya pada tahun ini melakukan penambahan pembangunan sarana dan fasilitas pengisian Vi-Gas di 18 SPBU.

"Lokasi pembangunan SPB Vi-Gas baru tersebut meliputi 14 unit di Jawa bagian Barat (7 unit diantaranya di jalan tol), 2 unit di Jawa Tengah, dan 2 unit di Jawa Timur," katanya.

"Investasinya hanya Rp 2 miliar per satu SPBU Vi-Gas," tambahnya.

Di tempat yang sama, Manajer Media Pertamina Adiatma Sardjito menambahkan, Pertamina sangat serius dan fokus untuk terus memacu penggunaan bahan bakar gas, baik dalam bentuk LNG (Liquefied Natural Gas) yang kini dalam masa pilot project, CNG (Compressed Natural Gas) dengan merek Envogas, maupun LGV (Liquefied Gas for Vehicle) dengan merek Vi-Gas sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi BBM.

Saat ini, katanya, konsumsi Vi-Gas dan Envogas baru mencapai sekitar 0,1% dari konsumsi BBM bersubsidi.
Dalam 5 tahun mendatang diharapkan tingkat konsumsi Vi-Gas dan Envogas akan meningkat menjadi sekitar 2,5 juta KL setara Premium.

"Pertumbuhan konsumsinya telah meningkat rata-rata sekitar 40% per tahun dari semula 189 KL pada 2008 menjadi 913 KL pada 2013. Melihat tren tersebut dan didukung dengan ketersediaan pasokan, perkembangan teknologi, desain converter kit LGV yang lebih praktis, dan perkembangan desain mobil ‘dual fuel BBM-LGV’ dunia, dia meyakini masyarakat akan lebih menerima Vi-Gas sebagai alternatif BBM di masa mendatang" kata Adiatma.

Penggunaan LGV kini menempati urutan ketiga bahan bakar transportasi yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah gasoline dan diesel. Di seluruh dunia, LGV, digunakan oleh lebih dari 23 juta kendaraan dan tersedia di lebih dari 67 ribu stasiun pengisian.

Vi-Gas dengan tekanan 8-12 bar di dalam tangki sangat tepat dan aman untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Bahkan, di banyak negara maju di Eropa dan Asia, porsi penggunaan LGV atau Vi-Gas lebih besar dari penggunaan BBM.

LGV dengan merek Vi-Gas merupakan bahan bakar gas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor yang terdiri dari campuran Propane (C3) dan Butane (C4) dengan spesifikasi yang telah disesuaikan untuk keperluan mesin kendaraan bermotor sesuai dengan SK Dirjen Migas No. 2527.K/24/DJM/2007.

Dengan RON lebih 98, Vi-Gas memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan BBM, yaitu ramah lingkungan, pembakaran yang sempurna, bebas sulfur dan timbal, memperpanjang umur mesin, suara mesin halus dan bebas knocking.

(rrd/zul)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads