"Jadi 6 tahun belakangan, Pertamina selalu rugi distribusikan BBM subsidi ke seluruh pelosok Indonesia. Memang badan usaha lain (AKR atau SPN) selalu untung. Tapi wilayah penugasan mereka kecil sekali, kalau Pertamina sangat kompleks sekali," ucap Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, M Riswi ditemui di Kantornya, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2015).
Riswi mengungkapkan, walaupun setiap tahun alpha (margin) BBM subsidi selalu naik, namun Pertamina selalu merugi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada 2009-2014, Pertamina mulai rugi. Berikut daftarnya:
- 2009, alpha BBM Rp 429/liter, Pertamina rugi Rp 4,5 triliun
- 2010, alpha BBM Rp 566,9/liter, Pertamina rugi Rp 3,34 triliun
- 2011, alpha BBM Rp 599,4/liter, Pertamina rugi Rp 0,97 triliun
- 2012, alpha BBM Rp 642/liter, Pertamina rugi Rp 0,84 triliun
- 2013, alpha BBM Rp 706/liter, Pertamina rugi Rp 0,35 triliun
- 2014, alpha BBM Rp 745,7/liter, Pertamina rugi Rp 3,92 triliun
"Supaya Pertamina harus dapat untung tahun ini dalam pendistribusian BBM, walaupun untungnya tidak boleh banyak-banyak, nantinya untung itu sebagian digunakan untuk buat pembangunan infrastruktur cadangan BBM, atau paling tidak untuk menambah stok BBM dari 20 hari menjadi 30 hari," tutupnya.
(rrd/dnl)











































