Selain Pertamina, Proyek Chevron di Sumsel-Riau Jadi Sasaran Pencurian Minyak

Selain Pertamina, Proyek Chevron di Sumsel-Riau Jadi Sasaran Pencurian Minyak

- detikFinance
Kamis, 12 Feb 2015 11:07 WIB
Selain Pertamina, Proyek Chevron di Sumsel-Riau Jadi Sasaran Pencurian Minyak
Jakarta - Praktik pencurian minyak alias illegal tapping masih cukup marak terjadi, termasuk di lapangan minyak yang dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia. Bahkan awal tahun ini disebutkan angkanya meningkat.

"Kalau illegal tapping, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Riau ini menjadi sasaran," ujar Yanto Sianipar, Senior VP Policy, Government, & Public Affaris ‎Chevron Pacific Indonesia, ‎di Bandara Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Kamis (12/2/2015).

Aparat keamanan, lanjut Yanto, sudah sering melakukan penindakan. "Tapi kalau sedang ramai diawasi, dia pindah-pindah," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pencuri minyak, tambah Yanto, sepertinya cukup ahli. Pasalnya, minyak bisa dibawa-bawa tanpa ketahuan.

"Membawa minyak itu tidak bisa sembarangan. Bisa-bisa meledak. Tapi mereka bisa bawa ke‎ mana-mana," katanya.

Awal tahun ini, menurut Yanto, kasus pencurian minyak kembali marak. "Sekarang naik lagi," ujarnya. Tetapi Yanto tidak mengetahui angka pasti kasus pencurian minyak.

Sebelumnya, aksi pencurian minyak sering dialami PT Pertamina EP di Sumsel, di pipa minyak miliknya di wilayah Tempino-Plaju sepanjang 265 Km dan pipa Prabumulih-Plaju sepanjang 92 Km. Pertamina mengklaim, pencuarian minyak di Sumsel dilakukan oleh sindikat, karena sulit menangkap pelaku utamanya.

(hds/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads