Menteri ESDM Tak Ingin Harga BBM Terlalu Sering Naik-Turun

Menteri ESDM Tak Ingin Harga BBM Terlalu Sering Naik-Turun

- detikFinance
Kamis, 12 Feb 2015 19:43 WIB
Menteri ESDM Tak Ingin Harga BBM Terlalu Sering Naik-Turun
Jakarta - Saat ini, pemerintah mendapat untung Rp 200/liter dari penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar. Namun, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, sebaiknya tidak perlu buru-buru mengubah harga Solar yang pada 1 Februari ditetapkan Rp 6.400/liter.

"‎Komisi VII DPR mengatakan sebulan sekali di-review. Kami ingin menjaga harga tidak terlalu fluktuatif," kata Sudirman di ‎Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Kamis (12/2/2015).

Sudirman sendiri lebih memilih, agar harga BBM terlalu sering diubah. Pasalnya, mengubah harga terlalu sering bisa merepotkan proses logistik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dalam posisi tidak cenderung untuk mengubah-ubah harga dulu. Mengubah harga terlalu sering juga merepotkan, terutama untuk logistik," ungkapnya.

Ketika ada kelebihan atau keuntungan dari penjualan BBM, Sudirman memilih untuk menyimpannya. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun cadangan penyangga energi nasional.

"‎Ada pasal dalam undang-undang Energi, bahwa pemerintah wajib membangun cadangan penyangga, kita berangkat dari situ. Banyak storage kosong, uang yang ada dipakai untuk mengisinya," jelasnya.

Memanfaatkan dana tabungan dari penjualan BBM untuk membangun cadangan penyangga, lanjut Sudirman, tentu membutuhkan aturan atau payung hukum yang lebih teknis. Pemerintah sekarang tengah membahas hal ini

"Pasti perlu ketentuan, bentuknya yang harus kita bicarakan. Tapi secara transparansi kita sudah sampaikan kepada publik. Yang tidak boleh kan diam-diam digunakan untuk yang lain‎," papar Sudirman.

(hds/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads