ADVERTISEMENT

Ini Penampakan Grasberg, Ikon Tambang Emas 'Raksasa' di Papua

- detikFinance
Minggu, 15 Feb 2015 09:37 WIB
Timika - Tambang terbuka (open pit) sudah menjadi ikon PT Freeport Indonesia. Namun, tambang emas dan tembaga yang sudah beroperasi sejak akhir 1980-an ini bakal 'pensiun' pada 2017.

Kali ini, detiFinance berkesempatan untuk melihat langsung tambang Grasberg, di Papua. Untuk mencapainya, mobil harus melalui jalan terjal dan berbatu di Pegunungan Tengah.

Perjalanan dari guest house PT Freeport Indonesia ke lokasi tambang memakan waktu sekitar 30-45 menit. Jalan yang ditempuh cukup terjal, bahkan ada yang memiliki kecuraman 45 derajat.

Tiba di puncak tambang Grasberg, udara dingin langsung merasuk ke tulang. Maklum, suhu di luar adalah 8-10 derajat celscius.

"Kita ada di ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut," kata Nurhadi Sabirin, EVP ‎& General Manager Freeport Indonesia, di tambang Grasberg, Timika, Papua, Minggu (15/2/2015).

Puncak tambang Grasberg memang tinggi. Bahkan kita bisa melihat Puncak Jaya dengan salju abadinya.

Tambang Grasberg, lanjut Nurhadi, punya diameter mencapai 4 km. Sementara dalamnya lebih dari 1 km, mengalahkan ketinggian gedung Burj Khalifa di Dubai (Uni Emirat Arab).

Wahyu Sunyoto, ‎SVP Geoscience & Technical Services Division Freeport Indonesia, mengatakan bahwa di ketinggian 4.000 meter tumbuhan yang hidup terbatas. Misalnya edelweis, purdu, atau pakis.

"Jadi kalau ada yang bilang Freeport membabat hutan untuk membuka Grasberg, hutan yang mana?" tegasnya.

Wahyu pun kemudian menceritakan asal mula kekayaan Grasbreg. ‎Pulau Papua sendiri umurnya masih relatif muda yaitu 30 juta tahun. Sebelumnya, Papua terendam di dasar laut.

"Grasberg ini awalnya volcano (gunung berapi), bahkan 3 juta tahun yang lalu masih aktif. Terjadilah mineralisasi," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, Grasberg punya sejumlah rekor. ‎Tambang ini memiliki, kandungan tembaga ketiga terbesar di dunia, sementara kandungan emasnya nomor 1.

Di Grasberg, tambah Wahyu, 100% pekerja adalah putra nasional. Sejak 2006, dia menyebut tidak ada ekspatriat yang bekerja di Grasberg.

Namun meski Grasberg akan 'pensiun', tetapi Freeport masih memiliki banyak cadangan material berharga yaitu emas, perak, dan tembaga dari berbagai tambang di Papua. Wahyu menyebut hingga 2041 masih ada cadangan terbukti sebanyak 2,35 miliar ton material bijih atau ore yang mengandung mineral berharga.

"Total hampir 45 miliar pon tembaga, sekarang harganya sekitar US$ 2,8/pon. Emas ada 41,7 juta troy ons, harganya sekarang US$ 1.260/troy ons. Tinggal dihitung saja," papar Wahyu.

(hds/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT