Subsidi BBM Turun 84%, Menkeu: Dulu Tak Ada Cerita Begini

Subsidi BBM Turun 84%, Menkeu: Dulu Tak Ada Cerita Begini

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2015 13:45 WIB
Subsidi BBM Turun 84%, Menkeu: Dulu Tak Ada Cerita Begini
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan keseriusan dalam merombak subsidi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Hasilnya, subsidi BBM dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) turun sekitar 84% dari Rp 274,7 triliun menjadi Rp 44,4%.

"Subsidi BBM turun sampai Rp 230,3 triliun dari Rp 274,7 triliun menjadi Rp 44,4 triliun. Bahwa ini pertama kali subsidi pangan lebih besar dari subsidi BBM. Dulu tidak pernah ada cerita kayak gini," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Bila ditambahkan dengan kurang bayar tahun sebelumnya (carry over) ke tahun berikut, maka pagu untuk subsidi BBM menjadi sebesar Rp 64,7 triliun, atau turun Rp 211,3 triliun. Sedangkan subsidi non energi yang paling besar untuk komponen pangan (pupuk dan benih) adalah Rp 74,3 triliun. Turun sebesar Rp 4,3 triliun dibandingkan dengan APBN 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pagu begini, menunjukkan bahwa kita serius dalam reform subsidi," ujar Bambang.

Selain subsidi, pemerintah juga memberikan dana untuk pembangunan sektor pangan. APBN-P 2015 mengalokasikan dana Rp 25,8 triliun untuk program kedaulatan pangan, yang sebagian besar dialokasikan untuk irigasi.

"Salah satu yang menjadi fokus presiden adalah pada kedaulatan pangan, anggarannya total Rp 25,8 triliun. Di antara program kedaulatan pangan, banyak larinya ke irigasi," kata Bambang.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads