"Kita terus mengembangkan dan melakukan upaya-upaya untuk terus menambah kapastitas geothermal yang kita miliki. Tentu kerja sama dengan masyarakat di mana ada potensi geothermal dan pemerintah sangat penting untuk bisa mengembangkan potensi tersebut," kata Albert saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Aula Barat ITB, Bandung, Rabu (18/2/2015).
Saat ini Chevron telah mengoperasikan dua proyek geothermal di Indonesia yaitu di Gunung Darajat dan Gunung Salak. Proyek di Gunung Darajat mampu menghasilkan listrik berkapasitas 259 megawatt (MW) sementara di Gunung Salak total kapasitas operasinya hingga 377 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Albert mengatakan bahwa saat ini industri geothermal sedang mengalami kelesuan di mana cukup sulit memasarkannya. Namun hal itu tidak menjadi alasan bagi Chevron untuk tidak mengembangkan geothermal.
"Industri itu sesuai kebutuhan pasar. Ada waktunya gas kurang laku atau sulit dipasarkan, ada waktunya minyak sulit dipasarkan. Kondisi pasar saat ini sedang banjir, minyak dan gas di seluruh dunia, sehingga dua-duanya mengalami kesulitan untuk pemasaran," tutur Albert.
(tya/hds)











































