"Iya, harga elpiji dari seminggu lalu sudah naik, sekarang harganya Rp 20.000/tabung dari sebelumnya Rp 18.500/tabung," ujar Rohman salah satu pemilik warung di bilangan Raya Kebagusan, Jakarta Selatan, kepada detikFinance, Selasa (24/2/2015).
Rohman mengatakan, kenaikan harga tersebut terjadi, karena agen telah menaikan harga jual elpiji yang karegori subsidi dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pemerintah sampai saat ini belum ada keputusan menaikan harga jual elpiji 3 Kg. Bahkan, hal ini membuat para pengusaha dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) teriak, agar biaya pengisian dan distribusi dinaikkan. Pasalnya biaya ini tidak pernah naik sejak 2007.
Wakil Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Ismenth mendesak agar pemerintah segera melakukan penyesuaian harga. Pasalnya, biaya lain mulai dari upah buruh, tarif listrik sampai bahan bakar minyak terus mengalami kenaikan harga hampir tiap tahun. Jika tidak ada penyesuaian harga filling fee dan ongkos angkut, dikhawatirkan usaha SPPBE akan gulung tikar, alias bangkrut.
(rrd/ang)











































