"Memang benar ada kenaikan harga, tapi itu bukan dari Pertamina yang menaikan harga tetapi dari pemerintah daerah. Pasalnya masing-masing daerah menetapkan HET untuk Elpiji 3 kg," ungkap External Relation Pertamina Jawa Barat, Milla Suciyani kala dihubungi detikFinance, Selasa (24/2/2015).
Milla menjelaskan, masing-masing pemda memiliki kewenangan untuk menentukan HET penjualan Elpiji 3 kg. Awal tahun ini sudah ada penyesuaian atau kenaikan HET berkisar Rp 1.000-Rp 2.000/tabung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, di Depok harga Elpiji 3 kg paling mahal dijual di tingkat agen sebelumnya Rp 14.500/tabung. Namun pemda Depok melakukan penyesuaian HET menjadi Rp 16.000/tabung.
"Itu harga di pangkalan ya, bukan di warung-warung. Kalau sudah di warung kami tidak bisa kontrol harganya, mereka kan ambil untung sendiri. Hitungan untung-ruginya semau mereka sendiri, bisa saja ambil untungnya Rp 2.000-4.000/tabung," jelas Milla.
Oleh karena itu, lanjut Milla, harga Elpiji 3 kg naik meski pemerintah tidak memberlakukan harga baru. Harga Elipiji 3 kg memang ditentukan pemerintah, karena masih disubsidi.
(rrd/hds)











































