"Operasi pasar sedang berjalan ke sana (Bogor dan Depok)," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang kepada detikFinance, Rabu (25/2/2015).
Bambang tidak menyebutkan berapa jumlah Elpiji 3 kg yang disiapkan dalam operasi pasar tersebut. Namun dia memastikan berapa pun kebutuhan masyarakat akan dipenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, di Kabupaten Bogor dan Depok (Jawa Barat) yang tak jauh dari Jakarta, Elpiji melon ini seolah hilang dari peredaran.
"Ini beli Elpiji 3 kg malah disuruh beli yang 12 kg saja sama penjualnya. Kita rakyat kecil mah kemahalan yang 12 kg," kata Joko, seorang pedagang sayur di Depok.
Senada dengan Joko, Edy, seorang pedagang gorengan di Bogor juga mengeluhkan soal kelangkaan Elpiji 3 kg. Kalaupun ada, harganya bisa sampai Rp 21.000-22.000/tabung.
"Ya biar mahal yang penting ada. Tapi ini susah," tegas Edy.
(rrd/hds)











































