Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengatakan, bisa saja Indonesia menjual BBM murah, namun bila BBM tersebut diimpor semua.
"Di tengah di era transformasi sekarang ini, masyarakat makin kritis. Kok di Singapura dan Malaysia harga bensin RON 92 dan 95-nya lebih murah. Kita sih bisa saja murah seperti di sana, kalau BBM-nya impor semua, bisa saja," ujar Ahmad Bambang, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (26/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu ya kondisi sekarang ini, kilang kita itu sudah tua-tua, tidak efisien, hasil produksinya lebih mahal daripada impor. Yang saya sesalkan kok kondisi ini sebelumnya terus dibiarkan, tapi ya sudahlah itu nasib kita semua. Tapi kalau saya ngomong begini, nanti Pertamina dituding lagi tidak efisienlah segala macam," ucapnya.
"Kilang kita ini tua, minyaknya yang biasa diolah harus yang khusus harganya mahal, jenis minyaknya berat, ya karena teknologinya sudah tua," katanya.
Namun, kata Bambang, pihaknya tetap berupaya melakukan berbagai langkah-langkah agar masyarakat dapat menikmati harga BBM seperti di Malaysia dan Singapura, yang kualitasnya bagus dengan harganya murah.
"Makanya sekarang kita lagi melakukan kajian, kalau produksi kilang terus rugi, apakah harus ditutup. Kita punya 6 kilang yang beroperasi, mana yang efektif dan efisien jika ditutup. Sekali lagi, dari pada rugi kan, mending sementara ditutup untuk impor. Tapi ini masih kita analisa dulu ya," tutupnya.
(rrd/dnl)











































