Dijual Bebas, Subsidi Elpiji 3 Kg 'Bocor' Rp 16,5 Triliun/Tahun

Dijual Bebas, Subsidi Elpiji 3 Kg 'Bocor' Rp 16,5 Triliun/Tahun

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2015 14:12 WIB
Dijual Bebas, Subsidi Elpiji 3 Kg Bocor Rp 16,5 Triliun/Tahun
Jakarta - Pemerintah sudah menggagas program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg sejak 2005. Program ini terbukti dapat menghemat anggaran subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun seiring berjalannya waktu, elpiji ini makin tidak tepat sasaran, karena banyak dinikmati orang kaya.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, total konsumsi elpiji 3 kg setahun rata-rata mencapai 5,2 juta ton. Namun, bila dikerucutkan volumenya, yang dikonsumsi rakyat miskin dan usaha kecil menengah (UKM), seperti tukang gorengan, bakso, dan lainnya, jumlahnya hanya sekitar 1,7 juta-1,9 juta metrik ton (MT).

"Katakanlah orang miskin di Indonesia itu mencapai 40 juta jiwa, atau artinya sekitar 12 juta jiwa dengan rata-rata 3-4 orang per kepala keluarga. Setiap rumah tangga kebutuhan elpijinya sebanyak 3 tabung per bulan dikalikan 12 juta kepala keluarga dikalikan 3 kg dan dikali 12 bulan, maka konsumsi totalnya 1.296 juta kg, atau sama dengan 1,3 juta MT," ungkap Bambang kepada detikFinance, Selasa (3/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menambahkan, ditambah lagi konsumsi elpiji 3 kg untuk pedagang kaki lima sekitar 400.000-600.000 MT/tahun.

"Jadi total konsumsi elpiji untuk masyarakat miskin dan pedagang kecil hanya sekitar 1,7 juta-1,9 juta MT," katanya.

Namun, kata Bambang, volume konsumsi elpiji 3 kg nasional mencapai 5,2 juta MT, sementara rakyat miskin dan usaha kecil hanya 1,9 juta MT.

"Bandingkan dengan konsumsi riil-nya mencapai 5,2 juta MT," ujar Bambang.

Bila berpatokan pada data Pertamina tersebut, bayangkan berapa besarnya konsumsi elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran. Ada sekitar 3,3 juta MT atau 3.300 juta kilogram yang tidak tepat sasaran.

Nilai subsidi per kg elpiji 3 kg sekitar Rp 5.000/kg, artinya ada kebocoran Rp 5.000 dikalikan 3.300 juta kg/tahun. Dari perkalian tersebut, anggaran subsidi elpiji yang tidak tepat sasaran mencapai Rp 16,5 triliun/tahun.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp 28 triliun, dengan volume elpiji 3 kg sebanyak 5,7 juta MT.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads