Menteri ESDM Sudirman Said melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia sempat menjadi petugas SPBG dadakan yang melayani pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) bus TransJakarta.
Di SPBG yang beroperasi pada November 2014 ini, seperti layaknya seorang petugas SPBG, Sudirman memegang nozzel gas sambil dibantu seorang petugas.
Usai menjadi petugas SPBG dadakan, Sudirman menjelaskan pemanfaatan SPBG untuk moda transportasi yang sampai saat ini belum berjalan secara maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, kata Sudirman, juga berupaya mendorong pemanfaatan energi gas untuk rumah tangga, industri hingga transportasi. Alasannya gas merupakan energi yang murah dan ramah lingkungan.
"Gas masa depan kita, maka harus dikerjakan secara serius. Dia lebih bersih dan murah," ujarnya.
Meski murah dan ramah lingkungan, Sudirman menyebut masih ada kendala di dalam menggenjot pemanfaatan energi gas.
"Masyarakat belum terbiasa, industri belum dukung, infrastruktur belum, pasokan belum tertata, kemudian regulasi gas perlu kita dorong," jelasnya.
Di depan awak media, Sudirman menjelaskan komitmen pemerintah mendukung pemanfaatan energi gas. Ia optimis dalam 4-5 tahun ke depan, pasokan hingga jaringan gas bisa dikelola dengan baik.
"Kita buat transmisi, distribusi sampai retail agar bisa tersambung. Pemerintah komit dalam 4-5 tahun ke depan untuk buat semua terkoneksi," ujarnya.
Usai blusukan ke SPBG Lebak Bulus, Sudirman bersama wartawan melanjutkan kunjungan ke SPBG yang berlokasi di Cililitan, Jakarta Timur.
"Saya pamit ke Cililitan baru ke Bogor. Ada yang mau ikut?," ajak Sudirman.
(feb/rrd)











































