Subsidi Elpiji 'Bocor' Rp 16,5 T/Tahun, Menteri ESDM: Apa Boleh Buat

Subsidi Elpiji 'Bocor' Rp 16,5 T/Tahun, Menteri ESDM: Apa Boleh Buat

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2015 18:21 WIB
Subsidi Elpiji Bocor Rp 16,5 T/Tahun, Menteri ESDM: Apa Boleh Buat
Jakarta -

Subsidi elpiji 3 kg selama ini banyak yang tidak tepat sasaran, karena dijual bebas dan banyak digunakan orang kaya dan mampu. Ini karena adanya disparitas harga terlalu lebar antara elpiji non subsidi dengan yang disubsidi.

"Elpiji memang situasi yang apa boleh buat. Sepanjang disparitas harga, situasi seperti akan terus ada," kata Sudirman saat ditemui di SPBG Lebak Bulus Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).

Meski terjadi kebocoran Rp 16,5 triliun, dan migrasi penggunaan elpiji dari non subsidi ke subsidi, Sudirman menampik ada kelangkaan pasokan. PT Pertamina (Persero), kata Sudirman, telah melakukan langkah-langkah untuk menjamin ketersediaan dan pasokan elpiji 3 kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada kelangkaan, di beberapa titik memang sempat sulit. Pertamina punya pusat informasi untuk atasi. Kalau ada kelangkaan langsung bisa diatasi," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman menjelaskan solusi jangka panjang mengatasi persoalan bocornya penyaluran elpiji. Solusinya adalah membangun jaringan transmisi pipa gas hingga rumah penduduk.

"Kalau instalasi (pipa) gas rumah tangga ini solusi, gas nggak perlu digotong. Kita kebut agar gas jadi tren baru. Dari pipa transmisi sampai gas rumah tangga," jelasnya.

Untuk mendorong percepatan pembangunan jaringan pipa gas hingga pemukiman, Sudirman akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera). Kerjasama ini untuk pemasangangan dan penyediaan instalasi gas untuk rumah baru.

"Di Semarang sudah siap diresmikan, kemudian di Jabodetabek sudah operasi, rumah susun sudah operasi. Kita kerjasama dengan PU Pera untuk rumah baru yang dibangun, ada infrastruktur gasnya," ujarnya.

(feb/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads