Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Mar 2015 11:52 WIB

Gas Bumi Aman dan Murah, Apinya Biru Seperti Elpiji

- detikFinance
Jakarta - Sampai saat ini banyak orang yang belum tahu dan merasakan manfaat gas bumi untuk memasak. Padahal Indonesia salah satu produsen dan eksportir gas bumi terbesar dunia. Selain harganya sangat murah, gas bumi juga sangat aman.

Seperti diungkapkan Wawan, warga Rawalumbu, Bekasi Timur, yang sudah meninggalkan elpiji dan menggunakan gas bumi selama dua tahun. Pemakaian gas bumi di rumahnya diukur melalui meteran seperti meteran listrik atau air PAM. Setiap bulan hanya bayar Rp 35.000 saja.

"Alhamdulillah, selama dua tahun ini saya pakai gas bumi, aman-aman saja, dan hanya mengeluarkan biaya Rp 35.000/bulan untuk bahan bakar memasak di dapur setiap harinya," ujar Wawan kepada detikFinance, Rabu (4/3/2015).

Wawan mengungkapkan, selain hemat, api yang dihasilkan dari pembakaran gas bumi warnanya juga biru, sama seperti api dari elpiji.

"Apinya biru sama seperti elpiji, kompornya juga sama seperti kompor gas pada umumnya, tidak perlu ada pengaman tambahan seperti karet dan regulator gas. Apinya yang biru tidak membuat hitam perabotan dapur ketika memasak," ungkap Wawan.

Wawan bercerita, awalnya dia takut menggunakan gas bumi, bagaimana tidak, tanpa ada regulator gas dan karet seperti pada tabung elpiji, gasnya juga tidak ada baunya, dalam hatinya bagaimana nanti kalau gas yang bocor.

"Tapi, saat pemasangan pipa gas pertama kali, oleh petugasnya kita sudah dapat panduan atau pengarahan. Bahkan ketika pengetesan ada kebocoran gas pada pipa yang dipasang, petugasnya menyulutkan korek api ke pipa gasnya. Dan, selama ini aman-aman saja, bahkan kita bisa berhemat," ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur, ada jaringan pipa gas yang melewati depan rumahnya, karena bila tidak ada, sampai sekarang dirinya tidak bisa merasakan manfaat dari gas bumi.

"Tidak mudah dapat jaringan gas bumi, jumlahnya masih terbatas. Memang ada sanksinya, kalau tidak bayar tagihan selama 3 bulan, meteran dicabut, sayang sekali, karena biaya masangnya bisa lebih mahal. Tapi saya dulu pasang gratis, hanya berbekal KTP dan Kartu Keluarga saja," tutup Wawan.

(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed