Seperti diungkapkan Fitri (30 tahun). Warga Jalan Mawar Merah IV RW.12/RT.3 No. 107, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Fitri menilai, gas kota jauh lebih aman, dibanding elpiji. Potensi meledak dan kebakaran sangat minim.
"Kalau pakai gas elpiji kan kadang karetnya yang untuk dipasang saluran gasnya nggak pas, apalagi yang 3 kg itu sering meledak. Kalau pakai gas alam ini dijamin nggak meledak, aman," ucap dia saat disambangi detikFinance di lokasi, Rabu (4/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aman, ini kan besinya baja, terus kan ada salurannya di bawah. Selama ini sih nggak pernah ada kebocoran. Tapi nggak semua kompor bisa dipasang gas alam, Quantum, Hitachi itu bisa, kalau Rinnai nggak bisa karena lubang pemasangan pipanya kurang besar," jelas dia.
Pengalaman yang sama dialami Arifin Hendaryanto (60 tahun), Warga Jalan Mawar Merah VII, No. 2 RT 01/RW 12, Perumnas Klender, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Arifin menilai, gas alam lebih aman dibanding elpiji.
"Ini bisa menghindari kebakaran, karena gasnya kan ada setelannya. Kalau ada kebocoran meterannya dimatiin terus lapor ke petugasnya. tTapi selama saya pakai belum pernah ada kebocoran," jelas pria yang sudah sejak 1989 menggunakan gas kota ini.
Ppotensi kebocoran di pipa gas kota sangat minim. Pasalnya, pipa yang digunakan terbuat dari besi atau baja sehingga tahan terhadap goresan yang bisa menyebabkan kebocoran.
Selain itu, saluran gas alam ini melewati bawah tanah sehingga minim gangguan.
"Salurannya pakai pipa besi ukuran paralon PAM, 3 inci. Aman tidak pernah terjadi kebakaran. Meteran di halaman rumah, instalasi di dalam rumah. Aman, risiko kebakaran minim, aliran gas di dalam tanah, pipa gas di dalam tanah. Kalau terjadi kebocoran kan ada meterannya bisa dimatikan, biasanya kebocoran karena ada instalasi di luar, misalkan perbaikan saluran air atau jalan. Itu pun belum pernah terjadi, jangan sampai," tandasnya.
Untuk diketahui, selain lebih murah, gas kota juga bisa menyelamatkan negara dari ketergantungan impor elpiji. Apalagi saat ini banyak alokasi elpiji 3 kg yang salah sasaran. Elpiji subsidi ini harusnya untuk orang miskin, namun karena dijual bebas, banyak orang bisa membelinya.
(drk/dnl)











































