Demikian dikatakan Arifin Hendaryanto (60), seorang pensiunan Perumnas saat disambangi detikFinance, di kediamannya di Jalan Mawar Merah VII, No. 2 Rt 01/Rw 12, Perumnas Klender, Kecamatan Duren Sawit, Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2015).
"Bayar bisa di bank, kantor pos, kayak bayar listrik, bisa internet banking, lewat handphone," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan gas alam bayarnya pasca, kan ada meteran kayak buat listrik atau PAM, pembayaran tergantung pemakaian, bayarnya tiap tanggal 1-20 tiap bulan, semua ada catatannya di meteran," ungkapnya.
Pengalaman sejenis dialami Fitri (30), warga Jalan Mawar Merah IV RT.03/RW 12 No.107, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur ini mengaku cara pembayaran gas alam ini cukup praktis, bisa melalui bank. Sayangnya, hanya Bank Mandiri saja yang baru bisa melayani pembayaran gas alam ini.
"Bayarnya pakai Bank Mandiri, bank lain nggak bisa. Kalau pakai bank lain ya kena bayaran tambahan," tuturnya.
(drk/hen)











































