Dari Rugi Rp 26 T Jadi Untung Rp 11,7 T, PLN Ingin Bertahan di Fortune 500

Dari Rugi Rp 26 T Jadi Untung Rp 11,7 T, PLN Ingin Bertahan di Fortune 500

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2015 18:31 WIB
Dari Rugi Rp 26 T Jadi Untung Rp 11,7 T, PLN Ingin Bertahan di Fortune 500
Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil membukukan laba bersih Rp 11,7 triliun di 2014 lalu. Laba ini naik 145% dari 2013 yang merugi Rp 26,2 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pendapatan usaha dan kenaikan laba selisih kurs.

Dalam keterangan resmi PLN, Rabu (4/3/2015), pada 2014 lalu, pendapatan usaha PLN mencapai RP 292,7 triliun, naik 11,8% dibanding 2013 yang sebesar Rp 261,8 triliun.

Meningkatnya pendapatan usaha tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kWh tenaga listrik menjadi 198,6 Terra Watt hour (TWh), naik 5,9% dibanding dengan periode yang sama di 2013 sebesar 187,5 TWh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir tahun mencapai 57,49 juta pelanggan, atau naik 6,5% dari tahun sebelumnya.

Meski begitu, beban usaha PLN di 2014 juga naik 11,8% menjadi Rp 246,9 triliun. Kenaikan beban usaha disebabkan konsumsi bahan bakar, terutama gas dan batu bara seiring dengan peningkatan permintaan tenaga listrik pelanggan.

Biaya pemakaian batu bara dan gas di 2014 masing-masing Rp 44,8 triliun dan Rp 47,7 triliun. Naik sebesar 20,55% dan 26,14 % dari 2013.

Dalam keterangannya, PLN mengaku terus melakukan efisiensi dan pengendalian terhadap pengeluaran untuk beban usaha, terutama dengan mengalihkan biaya energi primer dari BBM ke non BBM serta efisiensi biaya yang merupakan controllable cost bagi perseroan.

Dari hasil itu, laba usaha PLN di 2014 mencapai Rp 45,8 triliun, naik Rp 4,9 triliun atau 11,9 % dibanding 2013 sebesar Rp 40,9 triliun. Laba bersih PLN di 2014 adalah Rp 11,7 triliun, naik 145% dari rugi Rp 26,2 triliun di 2013.

Kenaikan laba bersih ini, di samping disebabkan kenaikan laba usaha, juga karena peningkatan laba selisih kurs. PLN di 2014 mencatatkan laba selisih kurs Rp 1,3 triliun, lebih baik dibandingkan 2013 yang mengalami rugi selisih kurs Rp 48,1 triliun.

EBITDA Perseroan mengalami peningkatan 8,6% menjadi Rp 70,8 triliun di 2014, dibandingkan 2013 sebesar Rp 65,2 triliun. Peningkatan EBITDA menunjukkan bahwa, likuiditas keuangan perusahaan semakin bagus dan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menyediakan dana untuk memenuhi kewajiban pokok dan bunga utang serta untuk tambahan investasi.

Total aset PLN pada akhir 2014 adalah Rp 603,7 triliun, atau naik 2,3% dibanding 2013 sebesar Rp 590,2 triliun.

Terkait dengan masuknya PLN dalam Fortune Global 500 pada tahun 2014 atas kinerja Laporan Keuangan 2013, maka pencapaian di Laporan Keuangan Tahun 2014 memberikan harapan PLN dapat tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu dari 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia.

(dnl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads