Adalah Neneng, yang menguraikan realitas masalah yang dihadapinya terkait elpiji 3 kg ini. Warga perkampungan di wilayah Kota Bumi Tangerang ini mengatakan, lokasi agen dan operasi pasar jauh dari rumahnya. Neneng mengaku, rumahnya jauh dari lokasi, dan masuk ke gang.
"Rumah saya jauh, di sini harganya Rp 16.000. Daripada saya jauh-jauh jalan ke agen menenteng gas, mending beli di warung cuma beda Rp 2.000," jelas Neneng saat ditemui di lokasi operasi pasar yang letaknya di pinggir jalan raya Kota Bumi, Tangerang, Kamis (5/3/2105).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam operasi pasar ini, Pertamina hanya membolehkan pembelian maksimal 2 tabung saja. Jadi para pengecer dilarang membeli, karena ini dikhususkan masyarakat miskin, dan UKM dengan syarat tertentu.
External Relation Pertamina Jawa Bagian Barat, Milla Suciyani mengatakan, setelah operasi pasar ini, Pertamina menetapkan aturan kepada agen, agar melakukan penjualan kepada pembeli maksimal 2 tabung. "Kami tidak melayani pengecer," ujarnya.
(dnl/hen)











































