Publik Relation Manager Pertamina EP Muhammad Baron mengatakan, ketiga pekerja tersebut bertujuan untuk melakukan perawatan pada sumur minyak KLD 11 agar dapat mempertahankan produksi.
"KLD 11 itu sumur produksi. Pekerja melakukan perawatan agar dapat mempertahankan produksi 30 barel/hari," ujar Baron saat dihubungi detikFinance, Selasa (10/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya Senin kemarin pukul 21.30 WIB. Saat itu tengah penggantian tubing 3,5 inci, dan terdapat semburan dari sumur dengan ketinggian sekitar 20 meter yang disertai dengan percikan api sehingga menyebabkan timbulnya api. Satu pekerja menderita luka bakar ringan, 2 pekerja lainnya menderita luka bakar cukup banyak. Saat ini ada di rumah sakit di Medan," jelasnya.
Baron menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi terkait penyebab semburan minyak dan percikan api. Namun kejadian ini tidak menggangu produksi minyak signifikan di Field Rantau.
"Sumur KLP 11 berhenti produksi, tapi sumur lainnya masih beroperasi normal dengan produksi per hari total sebanyak 3.000 barel," tuturnya.
(rrd/hds)











































