Harga Batu Bara Anjlok, Sandiaga Uno: Harus Kencangkan Ikat Pinggang

Harga Batu Bara Anjlok, Sandiaga Uno: Harus Kencangkan Ikat Pinggang

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2015 18:14 WIB
Harga Batu Bara Anjlok, Sandiaga Uno: Harus Kencangkan Ikat Pinggang
Jakarta - Harga batu bara yang anjlok hingga 22% belakangan ini membuat beberapa perusahaan tambang batu bara bangkrut. Kesulitan ini juga dialami oleh perusahaan batu bara PT Adaro Energy, yang salah satu pemiliknya adalah Sandiaga Uno.

Sandiaga mengatakan saat ini memang masa-masa sulit bagi pengusaha batu bara. Bagi perusahaan batu bara kecil, menurutnya harus pintar-pintar menyusun strategi agar bisnisnya tetap jalan.

"Kalau teman-teman yang ongkos produksinya tinggi ini haru‎s punya kiat-kiat itu. Harus pelan-pelan dikurangi, dan akhirnya (kalau tidak) nyetop," kata Sandi ditemui di sela peluncuran buku Henk Uno 'Demi Generasi yang Lebih Baik' di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, beruntung hal ini tak terjadi pada perusahaannya. Sandi mengatakan Adaro masih berproduksi secara normal dan tetap menjaga ongkos produksi agar tetap stabil. Selain itu, Adaro sudah punya beberapa kontrak memasok batu bara ‎untuk pembangunan sejumlah pembangkit listrik.

"Kalau Adaro sih Alhamdulillah kita menjaga ongkos produksi, dan yang paling penting adalah tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Volume produksi nggak dikurangi tapi harus kencangkan ikat pinggang," tuturnya.

Ia mengatakan alasan harga batu bara tengah anjlok adalah karena pasokan tinggi sedangkan permintaan tidak sejalan dengan naiknya pasokan.

‎Sebelumnya, Asosiai Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan, ada sekitar 30-40 perusahaan batu bara berskala kecil di Sumatera dan Kalimantan yang terpaksa harus berhenti beroperasi karena anjloknya harga batu bara.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads