Sandiaga mengatakan saat ini memang masa-masa sulit bagi pengusaha batu bara. Bagi perusahaan batu bara kecil, menurutnya harus pintar-pintar menyusun strategi agar bisnisnya tetap jalan.
"Kalau teman-teman yang ongkos produksinya tinggi ini harus punya kiat-kiat itu. Harus pelan-pelan dikurangi, dan akhirnya (kalau tidak) nyetop," kata Sandi ditemui di sela peluncuran buku Henk Uno 'Demi Generasi yang Lebih Baik' di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Adaro sih Alhamdulillah kita menjaga ongkos produksi, dan yang paling penting adalah tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Volume produksi nggak dikurangi tapi harus kencangkan ikat pinggang," tuturnya.
Ia mengatakan alasan harga batu bara tengah anjlok adalah karena pasokan tinggi sedangkan permintaan tidak sejalan dengan naiknya pasokan.
Sebelumnya, Asosiai Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan, ada sekitar 30-40 perusahaan batu bara berskala kecil di Sumatera dan Kalimantan yang terpaksa harus berhenti beroperasi karena anjloknya harga batu bara.
(zul/hen)











































