JK: PLN Baiknya Jadi Service Company Saja

JK: PLN Baiknya Jadi Service Company Saja

- detikFinance
Kamis, 12 Mar 2015 12:37 WIB
JK: PLN Baiknya Jadi Service Company Saja
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menginginkan PT PLN (Persero) lebih fokus membangun jaringan transmisi dan distribusi listrik. Sementara urusan pembangkit listrik, diserahkan saja ke pihak swasta.

"Program 10.000 MW yang dibangun PLN kan banyak yang molor sampai sekarang ini, masalahnya macam-macam. Saat ini ada program 35.000 MW, sebagian besar kita tawarkan ke pihak swasta, kalau perlu PLN hanya 5.000 MW dari program 35.000 MW," kata JK, pada acara pembukaan Munas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

JK ingin PLN lebih fokus membangun jaringan trasmisi dan distribusi. Jadi BUMN ini menyalurkan listrik yang dihasilkan pembangkit swasta ke masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga PLN jadi service company yang terbaik, pembangkit dibuka ke swasta, nanti swasta tinggal bayar ke PLN pakai transmisinya. Ini seperti jalan tol saja, cara ini pasti lebih efisien," katanya.

Apalagi kata JK, pembangunan pembangkit listrik membutuhkan dana yang besar, untuk mewujudkan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dalam lima tahun, membutuhkan dana Rp 400 triliun-Rp 500 triliun.

"Uang PLN dan uang pemerintah tidak cukup, makanya undang swasta yang bangun, permudah swasta bangun pembangkit listrik," tutupnya.

Jurus Bangun 35 Ribu MW

Membangun pembangkit listrik 35.000 MW dalam lima tahun, yang ditargetkan pemerintah Jokowi-JK memang tidak mudah. Namun, JK yakin program 35.000 MW ini akan dapat terwujud dalam 5 tahun. Walaupun, 25.000 MW ditawarkan ke pihak swasta.

"Program ini harus kita buat prioritas, permudah segala perizinan, dorong swasta investasi, karena listrik itu menguntungkan, pasti dibeli PLN karena kita butuh listrik banyak," kata JK.

"Ada dua dua cara untuk mempercepat 35.000 MW ini, semua pembangkit yang sudah eksisting kita minta ditambah kapasitasnya, jadi dari pembangkit yang saat ini tersebar yang punya 200 MW, kita minta tambah jadi 200 MW. Ini lebih mudah karena infrastruktur mereka sudah siap, pelabuhan ada, kapal ada, jalan sudah jadi jadi tidak bangun lebih awal lagi," ungkap JK.

Cara kedua agar program 35.000 MW ini sukses dalam 5 tahun, pemerintah memberikan insentif pengembangan listrik mulut tambang.

"Jadi bangun pembangkitnya dekat tambang batu bara, listriknya disalurkan ke transmisi, ini lebih efisien, daripada angkut batu bara dulu pakai kereta, pakai kapal, jauh lebih mahal dan ribet. Ini akan lebih cepat juga dan lebih murah, pemerintah kasih insentif," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads