Menurut JK, pemerintah menempatkan persoalan ini menjadi prioritas untuk segera membenahinya dengan proyek pembangunan pembangkit listrik baru 35.000 MW.
"Itu kita sangat concern, makanya kita mau bangun 35.000 MW. Dulu kan 10.000 MW. Kita terlambat 5 tahun ini makanya kita genjot dua kali, tiga kali lipat sekarang," kata JK di Ruang Tachibana, Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, Jumat (13/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK sempat menerima perwakilan dari para perusahaan Jepang, antara lain CEO Inpex Naoki Kuroda, President Representative Tokyo Gas Michiaki Hirose, Exe VP Representative Mitsui Shintaro Ambe.
"Hari ini saya menerima kunjungan dari CEO perusahaan besar karena minat investasi dan bisnis Indonesia tinggi," kata JK.
Sebelumnya Presiden Direktur PT Tokyu Land Indonesia, Shinya Miwa mengakui untuk berinvestasi di Indonesia menghadapi beberapa kendala, seperti soal ketersedian listrik yang masih kurang, sehingga sering mati listrik.
"Di Jepang, hingga tahun 2011 tidak pernah terjadi mati lampu. Hanya sejak tsunami yang menghantam pembangkit kami waktu itu baru kami ada pemadaman. Tapi di Indonesia, mati lampu sudah menjadi seperti tradisi. Tapi itu bukan hambatan buat kami. Itu bisa kami siasati dengan menyediakan pembangkit sendiri atau sebagainya," kata Shinya Miwa, kemarin.
(hen/hds)











































