Sofyan melakukan kunjungan langsung dari pintu ke pintu rumah warga di Batang. Sofyan ingin berbicara langsung dengan warga yang masih menolak pembangunan PLTU Batang yang digadang-gadang yang terbesar di ASEAN. Ia ingin, kunjungannya kali ini memberikan hasil yang tuntas.
"Saya mau ke rumah-rumah warga. Antar saya pakai motor (sepeda motor)," seru Sofyan kepadaโ Kepala Desa Karanggeneng Sawal Waluyonโo di Kantor Desa Karanggeneng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"5 orang-5 orang lah. Yang lain jangan ikut. Saya saja dengan bapak (dengan Pak lurah). Bapak dengan saya saja boncengan naik motorโ," kata Sofyan.
Keinginan Sofyan telah diungkapkan sejak pagi ketika dirinya baru mendarat di Bandara Semarang. Namun, Lurah Karanggeneng menyarankan agar kunjungan dilakukan siang hari mengingat di pagi hari para warga umumnya masih beraktivitas di luar rumah.
Mayoritas warga di Desa Karanggeneng bekerja sebagai buruh tani yang bekerja di sawah. "Oh bisa saja pak. Tapi kalau tadi (sekitar pukul 9.30) mereka (warga) sedang di sawah," tutur Sawal.
Tak diketahui jumlah warga yang dikunjungi Sofyan, karena orang nomor satu di PLN ini tak memperkenankan siapapun mengikutinya. Ia menuturkan bahwa masukan yang diperoleh dari hasil diskusi akan dijadikan bahan evaluasi dalam bernegosiasi dengan warga agar mau secara sukarela melepas tanahnya untuk pembangunan PLTU Batang.
(dna/hen)










































