Menurut Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana mengatakan, aturan ini bisa menghemat angka impor solar US$ 1,3 miliar-US$ 2 miliar tahun ini. Aturan ini rencananya berlaku mulai April 2015.
"Kira-kira bisa dihemat US$ 1,3 miliar-US$ 2 miliar. Seharusnya kalau mulai Januari, bisa hemat US$ 2,5 miliar. Jadi kalau mulai April, penghematan US$ 2 miliar," jelas Rida di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (16/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi secara kapasitas masih cukup besar. Itu baik untuk transportasi maupun industri. Tahun lalu 3,4 juta kiloliter," kata Rida.
Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya telah menerapkan aturan wajib 10% BBN dalam tiap liter solar. Di era Jokowi, persentase BBN ditingkatkan yang rencananya mulai April.
Di tempat yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dirinya akan merevisi aturan Menteri ESDM sebelumnya. "Aturan ini akan dikeluarkan dalam seminggu, ucap Sudirman.
Rencana revisi aturan ini juga akan diumumkan sore ini. Rencananya akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) nanti sore, termasuk wajib BBN tersebut.
(dnl/hds)










































