Bosowa Energi memulai konstruksi (ground breaking) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x125 MW tahap II di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Proyek Bosowa ini merupakan infrastruktur energi pertama yang terealisasi di era Kabinet Presiden Jokowi.
Peletakan batu pertama dan pemancangan tiang proyek tersebut dilakukan secara simbolis, Kamis (19/3/2015), di lokasi PLTU Jeneponto, oleh Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, CEO Bosowa Erwin Aksa, dan Founder Bosowa HM Aksa Mahmud, serta Dewi Kam pemilik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) sebagai mitra bisnis Bosowa.
Di lokasi PLTU Jeneponto, Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, telah berdiri pembangkit yang berkontribusi menyediakan kebutuhan listrik Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2x125 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan proyek PLTU Jeneponto tahap I tersebut mencatat prestasi tersendiri karena pembangunan konstruksi dapat diselesaikan hanya dalam waktu 18 bulan dari rencana 30 bulan.
Dengan demikian terjadi efisiensi yang cukup signifikan. Diharapkan prestasi itu bisa dipertahankan dalam pembangunan proyek ekspansi ini.
Kebutuhan listrik Sulsel dan Sulawesi Barat terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas rata-rata nasional, membuat Bosowa Energi memacu pembangunan pembangkit tersebut.
Bosowa menyadari hal ini karena punya pengalaman dalam membangun pabrik semen, industri dan perekonomian hanya akan tumbuh tinggi kalau tersedia listrik yang cukup.
"Oleh karena itu, kami memacu proyek ini agar pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai bagian perekonomian nasional tidak terhambat," ujar Erwin Aksa, CEO Bosowa, konglomerasi bisnis nasional yang berbasis di Sulawesi Selatan
Erwin menanbahkan, proyek ekspansi PLTU Jeneponto yang dibangun ini dirancang berkapasitas 2x135 MW (gross capacity) atau 2x125 (net capacity).
Spesifikasi peralatan yang digunakan semua menunjang untuk memenuhi kapasitas tersebut. Nilai proyek (turn key) sebesar Rp 3 triliun. Erwin menargetkan pembangunan proyek ini akan selesai dalam 26 bulan.
"Dalam waktu 26 bulan ke depan, kami targetkan sudah bisa beroperasi," kata Erwin.
Bosowa membangun PLTU ini melalui anak usahanya, PT Bosowa Energi perusahaan patungan dengan PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) yang telah berpengalaman dalam pengembangan PLTU.
(asy/ang)











































