Seperti yang dilansir dari BBC, Jumat (20/3/2015), Nexen bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 400 karyawannya, di wilayah operasi Amerika Utara dan Inggris. Di Amerika Utara, 340 karyawan bakal dirumahkan. Sedangkan di Inggris, akan ada 60 karyawan Nexen yang terancam tak punya pekerjaan.
Tak diragukan lagi, alasan perusahaan melakukan PHK, karena kondisi bisnis yang tengah melambat akibat harga minya dunia yang anjlok mencapai 50% sejak Juni tahun lalu. Saat ini bahkan harga minyak di bawah US$ 50/barel, dari angka tertingginya di atas US$ 100/barel pada tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat disesalkan. Keputusan ini penting. Diambil untuk menyelaraskan perusahaan dengan program pengurangan modal kami," kata Chief Executive Nexen, Fang Zhi dalam pernyataannya.
"Kita sudah mempertimbangkan matang-matang soal keputusan ini, dan semua pekerja yang terdampak sudah diperlakukan dengan adil dan terhormat," imbuhnya.
Kementerian Perindustrian Kanada menyebut, pihak Nexen mempertimbangkan PHK ini, untuk meyakinkan bahwa itu akan sesuai dengan komitmen CNOOC. Lewat pemangkasan pegawai ini, 13% karyawan Nexen berkurang dari jumlahnya yang mencapai 3.200 orang.
(zul/dnl)











































