Energi dan keperluan akan adanya Pembangkit Tenaga Listrik tambahan di Indonesia mendapatkan perhatian Direktur Jendral Kementerian Luar Negeri Indonesia yang membawahi Amerika dan Eropa, Dian Triansyah Djani. Dalam lawatan singkat ke Eropa, Republik Federasi Jerman, dan Kerajaan Belanda, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Amerop) Kemenlu menyempatkan untuk bertemu dengan Pimpinan Alstom Eropa di Berlin, Republik Federasi Jerman.
Alstom adalah sebuah perusahaan multinational Perancis yang merupakan salah satu kontraktor/manufaktur terbesar di dunia dalam bidang transportasi dan pengembangan pembangkit tenaga listrik.
Seperti diketahui PT PLN (Persero) telah memetakan lokasi pembangunan pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 5 tahun ke depan merencanakan pembangunan pembangkit tenaga listrik sebesar 35.000 MW diseluruh wilayah Indonesia sebagai antisipasi terhadap pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 7-8% per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alstom dalam waktu dekat akan melakukan merger dengan General Eletric (GE) dari Amerika Serikat yang tentunya sangat tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam pengadaan pembangkit tenaga listrik di Indonesia.
Alstom sebagai perusahaan multinational Perancis, anak perusahaan GE, merakit mesin turbin di Polandia. Sementara boiler dimanufaktur antara lain di Surabaya sedangkan pembiayaannya dapat dilakukan melalui perusahaan Sogo Shosha dari Jepang dan melakukan pembangunan pembangkit tenaga listri di seluruh dunia. Saat ini Alstom sedang mengerjakan projek pembangkit tenaga Listrik 2 x 4.000 MW di Mesir.
Mengutip pertemuan yang dilakukan Kamis (19/3/2015), Dirjen Amerop sekali lagi menegaskan bahwa Indonesia di samping mengutamakan perlindungan kepada warga negaranya di luar negeri akan terus meningkatkan konsentrasinya pada diplomasi komersial, maritim, dan parawisata.
Pertemuan antara Dirjen Amerop dengan Alstrom di Berlin dihadiri antara lain oleh Presiden Alstom Polandia Leslaw Kuzaj, Senior Vice President Alstom Eropa Andreas Lusch dari Perancis, Presiden Mitsui & Co Deutschland GMBH (Jerman) Shuichi Yoshida, dan didampingi oleh Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman Fauzi Bowo, serta Duta Besar Indonesia di Polandia Peter F Gontha.
(hds/hds)











































