Untuk mencegah kejadian tersebut terus terulang, PT PLN (Persero) menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mengamankan tempat/benda objek vital negara tersebut.
Dirut PLN Sofyan Basyir mengatakan pasukan dari TNI AD nantinya akan mengamankan PLTU-PLTU tersebut yang tersebar di wilayah Sumatera dan Jawa. Di Jawa, terdapat 9 PLTU yang bakal diawasi, sedangkan di Sumatera 6 PLTU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Sofyan, selain untuk mengamankan tindakan kriminal tersebut, aparat dari TNI AD itu juga akan diberi pembekalan agar bisa mencegah kecurangan terkait pasokan batu bara, agar jumlah dan kualitasnya sesuai yang dibutuhkan PLTU-PLTU PLN.
Selama ini, lanjut Sofyan, surveyor yang bertugas untuk melakukan penghitungan dan audit tidak melakukan tugasnya dengan optimal. Petugas di pembangkit terkadang mendapat tekanan untuk dapat menerima batu bara yang spesifikasinya tak sesuai kebutuhan PLTU.
โ"Ini juga dalam rangka meningkatkan integritas para surveyor batu bara yang mohon maaf hal-hal yang kami dapat tak menggembirakan," katanya.
Para personil Angkatan Darat tersebut bakal diberikan pelatihan selama 3 pekan di balai pelatihan PLN. Mulai April nanti, para prajurit TNI AD sudah siap terjun ke lapangan dengan bekal pengetahuan mengenai batu bara. Salah satunya yaitu cara mengetahui jenis, kualitas dan kuantitas batu bara di pembangkit.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Daratโ, Gatot Nurmantyo menyambut baik untuk bisa berkontribusi dalam program pemerintah mencapai kedaulatan energi.
"Ini menindaklanjuti arahan Presiden RI, Pak Jokowi untuk kedaulatan energi. Dan energi berkaitan erat dengan listrik untuk rakyat," tuturnya.
(zul/hen)











































