Pelaksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, pemerintah sedang membuat sistem baru dalam penyaluran subsidi Elpiji 3 kg.
"Opsinya banyak. Ada distribusi tertutup, di mana hanya orang yang memiliki kartu khusus yang boleh beli Elpiji subsidi, ada subsidi langsung dengan kartu khusus yang diberikan ke masyarakat dan usaha mikro, ditrasfer uang setiap bulannya," kata Wiratmaja dihubungi detikFinance, Rabu (25/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilihannya bisa lewat kartu sakti (KIS) yang dibagikan Pak Presiden, atau kartu khusus subsidi Elpiji. Tapi harapan kami bisa pakai kartu KIS, biar satu kartu manfaatnya makin banyak, kita sedang koordinasikan apa bisa pakai kartu itu," katanya.
Dengan anggaran subsidi Elpiji Rp 26,5 triliun tersebut ditransfer ke kartu khusus, maka akan membuat harga elpiji 3 kg di masyarakat tidak lagi disubsidi, seperti halnya elpiji 12 kg.
"Jadi tidak ada lagi elpiji subsidi nantinya, karena subsidinya ditransfer langsung ke masyarakat yang membutuhkan seperti masyarakat miskin dan usaha mikro," katanya.
Dengan sistem ini, akan membuat subsidi elpiji lebih tepat sasaran, dan tidak ada lagi penyelewengan atau permainan agen elpiji nakal.
"Untuk tahap awal, kita berlakukan di Batam, Bali, Bangka. Karena pulau itu tertutup sehingga lebih mudah pengawasannya. Rencananya kita mulai Juni tahun ini, kita lihat selama 4 bulan kalau sukses kita berlakukan secara nasional," tutupnya.
Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Jokowi telah berhasil mengurangi anggaran subsidi BBM dengan menghapus subsidi premium dan menetapkan subsidi tetap pada solar.
Sehingga dari awalnya subsidi BBM Rp 274,7 triliun turun menjadi Rp 44,4 triliun. Penghematan subsidi BBM tersebut oleh Presiden Jokowi dialihkan ke sektor yang produktif seperti program kedaulatan pangan, pembangunan irigasi, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur lainnya.
(rrd/dnl)











































