"Pertamina melihat rencana kebijakan subsidi langsung Elpiji 3 kg lebih bagus. Karena subsidinya langsung ke masyarakat miskin dan usaha kecil," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang kepada detikFinance, Rabu (25/3/2015).
Dengan kebijakan tersebut, harga Elpiji 3 kg tidak lagi disubsidi, artinya harganya sesuai dengan harga pasar seperti harga Elpiji tabung 12 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menegaskan, bila kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah yang sudah dilakukan program konversi minyak tanah ke Elpiji 3 kg, maka tidak akan lagi ada isu kelangkaan Elpiji.
"Tidak ada lagi permainan agen, tidak ada lagi penimbunan atau penyelewengan Elpiji 3 kg disuntik ke Elpiji 12 kg. Kami dukung kebijakan ini," tutupnya.
Seperti diketahui, Kementerian ESDM akan melakukan uji coba sistem subsidi langsung Elpiji 3 kg di 3 pulau, yakni Batam, Bali, dan Bangka.
Rencananya akan dimulai Juni 2015, sehingga di tiga pulau tersebut, harga elpiji akan dijual sesuai harga pasar, sementara subsidinya akan langsung diberikan ke masyarakat miskin yang direncanakan melalui Kartu Indonesia Sejahtera.
(rrd/hds)











































